Surakarta tuntut status daerah istimewa


Oleh Miftahul Ulum
HARIAN JOGJA

JOGJA: Keluarga Keraton Surakarta terus menuntut status daerah istimewa atas wilayah eks-Karesidenan Surakarta dan meminta susuhunan (raja) diakui sebagai kepala daerah setingkat gubernur.

“Kami menagih janji kepada pemerintah, bentuknya (keistimewaan) seperti Keraton Ngayogyakarta,” kata putrid ndalem Keraton Surakarta, Gusti Raden Ayu (GRAy) Koesmoertiyah, yang juga anggota komisi II DPR di sela-sela diskusi di Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan UGM, Rabu (16/12).

Gerakan menagih janji itu, lanjut dia, sudah menjadi suara bersama anggota Keraton Surakarta. Bahkan keberadaan perempuan yang akrab disebut Gusti Moeng itu di DPR merupakan salah satu strategi menagih janji ke pemerintah.

Bila janji itu dipenuhi, sebagian wilayah di Jawa Timur seperti Ngawi, Kediri, Pacitan masuk eks-Karesidenan Surakarta. Gusti Moeng menegaskan, bila pengakuan didapat maka bentuk pemerintahan eks-Surakarta berbentuk seperti Propinsi DIY.

“Ini bukan pemekaran biasa, tetapi menagih janji yang diberikan pemerintah,” katanya. Dia menambahkan, sesuai amanat daerah keistimewaan maka pemimpin daerah merupakan raja daerah keistimewaan dan bersifat turun temurun.

Janji yang ditagih Keraton Surakarta didasarkan piagam kedudukan Susuhunan Paku Buwono XII dan KGPAA Mangkunagoro VIII tertanggal 19 Agustus 1945. Presiden Soekarno dalam piagam itu mengakui Surakarta sebagai daerah istimewa.


  1. Agus Purwoko

    Ya berdoa aja untuk rakyat surakarta biar keinginannya kesampaian! Sukses slalu!




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: