DPD Bongkar Ulang RUUK DIJ

DIS Perkuat Keistimewaan Jogja


Radar Jogja, 21 Desember 2009

JOGJA- Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI membongkar ulang draf RUUK DIJ yang pernah dihasilkan lembaga perwakilan tersebut. Rencananya, bongkar ulang RUUK DIJ itu diselesaikan pada 10 Januari 2010.

“Ada beberapa bagian yang harus kita evaluasi dan sesuaikan,” kata anggota Panitia Perancang Undang-Undang DPD RI Afnan Hadikusumo kemarin (20/12) Dari sekian pasal yang dievaluasi itu, hanya satu hal yang dirasakan krusial. Yakni, pasal terkait soal suksesi gubernur dan wakil gubernur.

“Perdebatannya, masih soal pemilihan atau penetapan,” lanjut cucu tokoh BPUPKI Ki Bagus Hadikusumo ini. Namun  demikian, Afnan melihat dukungan anggota DPD dari provinsi lain cenderung ke arah penetapan. “Sebagian besar mendukung penetapan,” tuturnya.

Sebagai anggota Panitia Perancang Undang-Undang, Afnan mengatakan  siap menerima aspirasi masyarakat terkait pembentukan undang-undang. Termasuk kemungkinan diajukannya draf RUUK Daerah Istimewa Surakarta (DIS).

Menurut Afnan, pengajuan RUU Daerah Istimewa harus punya tiga landasan utama. Yakni, historis, yuridis dan budaya.

Tanpa didukung tiga hal itu sulit suatu daerah dinyatakan sebagai daerah istimewa.

“Sepanjang Surakarta punya tiga syarat itu bisa saja menjadi daerah istimewa,” ucapnya.

Heru Wahyu Kismoyo, mantan anggota DPRD DIJ yang memosisikan diri sebagai penjaga gawang keistimewaan menilai pengajukan RUUK DIS akan menambah kekuatan DIJ. Ia berpendapat lebih baik bila penyusunan RUUK DIJ-DIS dilakukan satu paket.

“DIS itu menguatkan keistimewaan Jogja. Secara historis, latar belakang keistimewaan Surakarta dan Jogjakarta sama,” papar Heru.

Kesamaan itu antara lain sama-sama merupakan daerah yang punya pemerintahan asli dan hak asal-usul. Lalu sama-sama menyatakan bergabung dengan NKRI melalui maklumat 1 September 1945 oleh PB XII dan amanat 5 September 1945 yang diteken HB IX. Juga sama-sama mendapatkan piagam kedudukan 19 Agustus 1945 dari Presiden Soekarno.

Heru mengatakan pemerintah pusat tak perlu khawatir terhadap tuntutan daerah mempertahankan hak asal usul, kesatuan adat istiadat karena NKRI berdiri atas dasar keragaman. Oleh karena itu, wajar bila Keraton Surakarta dan Keraton Jogjakarta sebagai poros peradaban mempelopori UU Daerah Istimewa sebagai jaminan terhadap hak asal usul daerah.

“Itu merupakan penghormatan terhadap amanat sejarah, konsitusi dan Bapak Bangsa,” ingatnya.

Dengan demikian, pusat sudah saatnya melindungi kekuatan budaya Nusantara sebagai satu kesatuan geokultural. Selain itu, Aceh, Surakarta dan Jogjakarta sebagai kontributor terhadap kemerdekaan RI sudah seharusnya memberikan peringatan kepada pusat agar kembali pada amanat Bapak Bangsa.

Terpisah, Sekjen PDIP Pramono Anung menekan kepada kader PDIP untuk konsisten mempertahakan keistimewaan DIJ. Ia menegaskan partainya telah mengeluarkan kebijakan untuk melakukan percepatan menyelesaikan RUUK DIJ.

“Itu sesuai komitmen dan janji politik Ibu Megawati waktu kampanye di Jogja,” tegas Pramono usai memberikan
pengarahan kepada peserta Rakerda PDIP di Gedung Mandala Bakti Wanitatama kemarin.

Karena itu, semua anggota FPDIP DPR RI akan bekerja keras agar RUUK DIJ segera disahkan. Sikap PDIP sampai sekarang juga tegas mendukung penetapan Sultan Hamengku Buwono X dan Paku Alam IX sebagai gubernur dan wakil gubernur DIJ.

“DIJ punya kontribusi dalam mempertahankan NKRI,” tandasnya.

Meski demikian, Pramono tak mematok waktu kapan RUUK harus diselesaikan apakah pada 2010 atau 2011. “Lebih cepat lebih baik,” kilahnya.

Ketua DPD PDIP DIJ H Akhmad Djuwarto mengatakan kesiapannya mengawal keistimewaan DIJ. Sebagai anggota DPR RI mewakili DIJ, Djuwarto tetap memegang komitmen menyalurkan aspirasi rakyat Sultan sebagai gubernur dan Paku Alam menjadi wakil gubernur dengan cara penetapan. (kus)




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: