Pemindahan Ibu Kota Jateng Tak Masuk dalam Draft Raperda RTRW

Rabu, 03 Maret 2010, 14:55 WIB

http://www.republika.co.id/berita/105536/pemindahan-ibu-kota-jateng-tak-masuk-dalam-draft-raperda-rtrw

SEMARANG—Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) DPRD Jawa Tengah tak sependapat dengan wacana pemindahan ibu kota Provinsi Jawa Tengah dari Semarang ke Surakarta.

Alasannya, masalah perpindahan ibu kota provinsi ini tidak masuk dalam draft rancangan peraturan daerah (raperda) yang tengah digodok panitia khusus (pansus) Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) bersama eksekutif.

Wakil Ketua FPPP DPRD Jawa Tengah, Drs H Istajib AS mengaku menghargai wacana yang dimunculkan di tengah pembahasan raperda RTRW ini.

Namun fraksinya tak sependapat jika ibu kota provinsi Jawa Tengah di Semarang harus dipindahkan ke Surakarta. “Semarang harus kita pertahankan sebagai ibukota provinsi Jawa Tengah dengan segala potensi maupun kekurangan yang dimilikinya,” ungkap Istajib, di Semarang, Rabu (3/3).

Menurutnya, dalam Raperda RTRW Jawa Tengah yang disinggunga adalah Bandara di Jawa Tengah, yang terdiri dari BIAY, Bandara Internasional Adi Soemarmo, Bandara Blora, Bandara Pemalang serta Bandara Cilacap.

Terkait dengan persoalan kekurangan yang dimiliki, lanjut Istajib, Kota Semarang memang masih harus banyak berbenah. Khususnya dalam hal infrastruktur pendukung seperti Pelabuhan Tanjung Emas, Bandara Internasional Ahmad Yani (BIAY), sejumlah terminal dan fasilitas lainnya.

Sehingga sangat ideal untuk mendukung kelengkapan sarana dan prasarana sebagai ibukota provinsi Jawa Tengah. Artinya masih butuh koordinasi yang lebih solid dan kompak antara Pemkot, Pemprov dan Pemerintah Pusat.

Untuk itu, FPPP mendesak agar Gubernur Jawa Tengah, H Bibit Waluyo, untuk menjadi pemrakarsa atas segala hal yang berkaitan dengan ketertinggalan Jawa Tengah jika dibandingkan dengan Jawa Timur dan Jawa Barat.

Selain itu mendesak adanya pemerataan pembangunan agar Jawa Tengah Utara, Selatan, Barat, Timur dan Tengah perkembangannya seimbang dan jauh dari ketimpangan. “Termasuk mempertahankan Semarang sebagai ibukota Provinsi Jawa Tengah yang diharapkan memiliki kemajuan setara dengan Surabaya dan Bandung dalam kurun waktu 10 tahun mendatang,” imbuhnya.

Sebelumnya, Istajib yang juga anggota pansus raperda RTRW mengatakan, pansus mengakomodasi penyediaan lahan untuk pemindahan BIAY Semarang. Lokasi baru yang disiapkan bisa di Kabupaten Kendal atau Demak. Menurutnya peningkatan infrastruktur kota ini terkendala oleh keberadaan bandara ini.

Untuk itu, lanjut dia, pemindahan bandara ini harus mulai direncanakan sesegera mungkin, karena pembangunan bandara yang baru memerlukan waktu lama. “Tapi entah mengapa, yang berkembang justru wacana pemindahan ibu kota provinsi Jawa Tengah ke Surakarta yang infrastrukturnya tak kalah lengkap dengan Kota Semarang,” jelasnya.
Redaksi – Reporter
Red: taqi
Reporter: owo


  1. rufaid

    gak perlu ada pemindahan. jadi perbaikan aj di insfrastuktur maupun suprastrukturnya




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: