Didukung, Solo ibukota Jateng

”Pendapatan Rp 1,2 T bakal masuk”
Edisi : Jum’at, 05 Maret 2010 , Hal.1

http://edisicetak.solopos.com/zindex_menu.asp?kodehalaman=h01&id=58371

Solo (Espos) Kalangan DPRD mendukung Solo jadi ibukota provinsi. Sementara akuntan publik, Rachmad Wahyudi CPA Akt, juga menyatakan Solo layak menjadi ibukota Provinsi Surakarta, yang wilayahnya meliputi eks Karesiden Surakarta dan sekitarnya.

Apalagi, kata pria yang akrab disapa Yudi ini, Solo adalah kota yang tercepat dalam pertumbuhan ekonomi se-Jawa Tengah (Jateng).

”Tak sampai sepuluh tahun setelah hangus dibakar massa, kini Solo telah menjelma kembali sebagai kota dengan pertumbuhan ekonomi luar biasa. Banyak investor yang berdatangan. Ini adalah salah satu indikator kuat,” katanya dalam jumpa pers yang digelar di salah satu rumah makan di Solo, Kamis (4/3).

Berdasarkan kalkulasi sementara yang dilakukannya, jika Solo menjadi ibukota provinsi, APBD di Provinsi Jateng yang saat ini sekitar Rp 2,8 triliun, akan masuk ke Solo sekitar Rp 1,2 triliun.

“Dengan demikian dapat dilihat, sebenarnya penyumbang APBD terbesar di Provinsi Jateng selama ini ialah dari eks Karesidenan Surakarta. Ini potensi besar yang harus ditangkap secepatnya oleh warga Solo dan para pemimpin, demi pemerataan keadilan sosial seperti amanat UUD 1945 dan Pancasila sila kelima,” ujar Yudi. “Semua warga Surakarta, para bupati dan Walikota harus bersatu memperjuangkan usulan ini,” sambung dia.

Yudi menjelaskan, pada satu sisi atraktifnya pertumbuhan ekonomi di Soloraya selama ini masih terganjal sekian masalah jika dijadikan alat untuk pemerataan keadilan sosial. Pasalnya, cepatnya pertumbuhan ekonomi selama ini hanya bertumpu pada sektor swasta yang belum bisa dinikmati warga miskin. Upaya mewujudkan keadilan sosial itu, tegas Yudi, hanya bisa dilakukan dengan cara mengelola PAD sebaik mungkin, salah satunya menjadikannya Solo sebagai ibukota Provinsi Surakarta. ”Karena pendapatan tak akan lagi disetor ke Semarang. Melainkan, akan dikelola sendiri Solo dan dikembalikan untuk pemerataan keadilan sosial di Surakarta,” terangnya.

Dalam kesempatan itu Yudi sempat meminta tanggapan langsung kepada sejumlah pemimpin dan stakeholders di Solo, seperti Walikota Joko Widodo dan calon walikota dari koalisi Partai Demokrat, Eddy Wirabhumi, tentang usulan Solo sebagai ibukota provinsi. Dalam dialog Yudi via Ponsel bersama Jokowi dan Eddy Wirabhumi terungkap, Solo telah siap menuju ibukota provinsi. ”Pemerintah Pusat menyetujui, para bupati dan rakyat Soloraya juga telah menyetujui. Tinggal kita berjuang ke Semarang.”

Menurutnya, gagasan Kota Solo menjadi ibukota Provinsi Surakarta lebih konkret dan sangat mungkin dilaksanakan, ketimbang menjadikan Solo sebagai ibukota Provinsi Jateng. Selain wilayah yang sudah terkondisi dan satu kawasan, hal itu juga sudah tinggal selangkah lagi. ”Kalau jadi ibukota Provinsi Jateng, sangat berat karena harus ada kajian sekian infrastruktur dan proses pemindahan kantor,” paparnya.

Menurut Yudi, gagasan ini telah dia rintis beberapa tahun lalu ketika masa pemerintahan Walikota Slamet Suryanto. Namun ide tersebut selalu mental. ”Nah, sekarang momentum yang tepat untuk kembali memperjuangkannya. Semua itu demi rakyat Surakarta dan masa depan anak-anak turun kita semua,” terangnya. – Oleh : asa/haa





Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: