Wacana Solo ibukota provinsi

”Tinjau ulang PP No 10/1950”
Selasa, 09 Maret 2010 , Hal.1

http://edisicetak.solopos.com/zindex_menu.asp?kodehalaman=h01&id=58814

Solo (Espos) Badan Persiapan Pengembalian Status Daerah Istimewa Surakarta (BPPS DIS) meminta pemerintah pusat mengkaji ulang PP No 10/1950 yang menetapkan Surakarta menjadi bagian wilayah Provinsi Jateng.

Langkah tersebut sebagai upaya BPPS DIS merealisasikan DIS yang otonom, lepas dari Provinsi Jateng. Permintaan audiensi dengan Komisi II DPR dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk menyoal UU No 10/1950 telah dilayangkan Februari 2010. Menurut BPPS DIS, PP No 10/1950 menyalahi konstitusi atau bertentangan dengan sejumlah konsideran atau UU yang dirujuk.

Konstitusi atau UU rujukan dimaksud seperti UU No 1/1945, PP No 16/SD/1946, Keputusan PPKI tanggal 19 Agustus 1945, Maklumat PB XII 1 September 1945, serta Piagam Kedudukan Presiden Soekarno tanggal 19 Agustus 1945.

Penjelasan tersebut disampaikan Ketua BPPS DIS, Imam Samroni, saat dihubungi Espos, Senin (8/3).

“Berdasar telaah yuridis, UU No 10/1950 yang menjadi dasar terbentuknya Provinsi Jateng, bertentangan dengan konsideran atau UU yang dirujuk. Sebab Surakarta sifatnya istimewa dan dapat berhubungan langsung dengan presiden, tidak melalui Pemprov,” ujarnya.

Dia menguraikan, merujuk pada amanah konstitusi, Jateng dan Surakarta seharusnya sejajar. Namun PP No 10/1950 mencantumkan Surakarta dan sekitarnya sebagai bagian wilayah Jateng. Kondisi tersebut menurut Imam, menyalahi amanah konstitusi yang menempatkan Surakarta sebagai daerah istimewa seperti Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). “Kami sudah minta audiensi dengan Komisi II DPR dan Mendagri, kita tunggu saja.”.

Imam menerangkan, poin audiensi yakni meminta pemerintah pusat meninjau ulang PP No 10/1950 utamanya dalam ketentuan yang menetapkan Surakarta sebagai bagian wilayah Provinsi Jateng. BPPS DIS yang beralamat di Jl Kakap Raya No 36 Minomartani, Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengklaim telah mengantongi dukungan wong Solo mengenai usulan realisasi DIS. “Kami sudah sosialisasi di kabupaten/kota di Soloraya, dukungan dari masyarakat terhadap DIS tinggi,” terang dia.

Sementara itu kalangan DPRD Klaten menilai upaya menjadikan Solo sebagai ibukota Provinsi Jawa Tengah (Jateng) tergantung political will atau kemauan politik pemerintah. Ketua Fraksi Golkar, FX Setyawan saat ditemui Espos di kantornya, Senin, mengatakan, dilihat dari segi sarana atau fasilitas umum yang dimiliki Kota Solo, upaya menjadikannya sebagai ibukota Provinsi Jateng sangat memungkinkan.

Ditemui terpisah, Ketua Fraksi PDIP, Sriyanto memaparkan hal senada. Dia mengaku tidak terlalu optimistis upaya ini akan berhasil.

Bupati Boyolali, Sri Moeljanto, belum mau berkomentar saat ditanya soal adanya wacana yang berkembang tentang Solo yang akan dijadikan Provinsi Jateng. ”Pertanyaan itu terlalu sulit. Saya belum mau komentar,” kata Bupati.

Ketua DPRD Sukoharjo, Dwi Jatmoko, juga setuju Solo menjadi provinsi sendiri alias sebagai Provinsi Surakarta. ”Hanya mungkin lebih bagus lagi apabila Solo menjadi Provinsi Surakarta.”

Sementara itu sejumlah tokoh masyarakat yang juga pensiunan pegawai Solo ikut mendukung gagasan untuk meng-up grade Kota Solo menjadi lebih berkembang. Menurut mereka, Solo bukan saja layak menjadi ibukota Provinsi Surakarta, namun juga sangat memungkinkan menjadi ibukota provinsi wilayah-wilayah eks Karesidenan Surakarta dan sekitarnya. ”Tinggal para eksekutif dan legislatif di berbagai daerah komitmen lalu lemparkan ke masyarakat dan bawa ke pemerintah pusat,” kata pensiunan Pemkot Solo, Ichwan Dardiri. – Oleh : kur/mkd/nad/aps/asa




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: