Wacana Solo ibukota provinsi

”DIS tak lagi relevan”
Rabu, 10 Maret 2010 , Hal.1

http://edisicetak.solopos.com/zindex_menu.asp?kodehalaman=h01&id=58941

Wonogiri (Espos) Tokoh masyarakat yang juga pensiunan pegawai Pemkot Solo, Ichwan Dardiri mengatakan, gagasan Solo menjadi ibukota Provinsi Surakarta pernah dia lontarkan pada tahun 1980-an.

Sayangnya, kata dia, gagasan waktu itu tak menggelinding kencang, sehingga lambat laun hilang dari opini publik.

“Menurut saya, sekarang itu saat yang paling tepat untuk memperjuangkan kembali gagasan yang pernah lahir puluhan tahun silam itu. Kita semua siap dalam hal apapun, tinggal para pemimpin, legislatif, dan rakyat Surakarta bersatu menuntut Solo sebagai ibukota Provinsi Surakarta,” paparnya, di kediamannya, Senin (8/3).

Gagasan untuk mewujudkan Solo sebagai ibukota Provinsi Surakarta, kata dia, paling ideal ketimbang mewujudkan Solo sebagai ibukota Provinsi Jateng maupun Solo sebagai DIS.

Menurutnya, gagasan Solo sebagai ibukota Provinsi Jateng dinilai sangat merepotkan dan terkesan membuang-buang biaya karena harus membangun infrastruktur luar biasa. “Ini sangat berat, selain tantangan dari berbagai daerah juga tantangan anggaran yang tak kecil. Apa tak lebih baik untuk program rakyat ketimbang untuk membangun kembali infrastruktur yang menelan anggaran ratusan miliar atau bahkan triliunan rupiah,” paparnya.

Sementara itu gagasan Solo sebagai DIS, juga dinilai sudah tak lagi relevan. Pasalnya, di awal kemerdekaan saja, gagasan DIS sudah ditolak rakyat dengan berbagai alasan. Apalagi sekarang ini, di mana yang namanya keistimewaan itu sudah dipertanyakan lagi. “Mohon maaf ya, apanya sih yang diistimewakan lagi. Dahulu saja ditolak, sekarang apa ya nggak lebih tak relevan lagi. Mengaca pada Daerah Istimewa Yogyakarta yang kini perlahan pudar,” paparnya.

Hal senada dilontarkan pengurus paguyuban pensiunan, Harjanto. Menurutnya, gagasan DIS sudah tak lagi relevan, mengingat di awal kelahirannya saja sudah ditentang rakyat Solo dengan gerakan swapraja.

Menurutnya, hal yang sangat mungkin ialah mengubah Solo sebagai ibukota Provinsi Surakarta. “Dulu kan ada ketidaksimpatikan dari rakyat atas peran Keraton dalam perjuangan kemerdekaan. Makanya, rakyat saat itu tak menghendaki Solo sebagai DIS,” paparnya.

Sementara itu Ketua DPRD Wonogiri, Wawan Setya Nugraha, berpendapat pemindahan ibukota Provinsi Jateng dari Semarang ke Solo merupakan langkah-langkah kebijakan publik yang sangat baik. Hal itu karena dari sisi kondisi geografis Semarang sangat sulit dikembangkan.

“Berbeda dengan Solo yang di segala sisi dikelilingi sejumlah kabupaten pendukung (hinterland). Sehingga pengembangannya akan lebih mudah,” kata Wawan saat ditemui Espos.

Selain itu, hal yang juga tak boleh dilupakan, kata Wawan, adalah adanya sementara kalangan yang menginginkan terbentuknya Provinsi Surakarta. Wawan sendiri, mewakili warga Wonogiri menyambut baik rencana menjadikan Solo sebagai pusat pemerintahan, baik sebagai ibukota Provinsi Jateng atau Provinsi Surakarta. – Oleh : shs/asa




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: