Arsip untuk Mei, 2010

Edisi : Sabtu, 22 Mei 2010 , Hal.1

http://edisicetak.solopos.com/zindex_menu.asp?kodehalaman=h01&id=69428

Solo (Espos) Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tengah mengusulkan agar maestro keroncong, Gesang Martohartono bisa menjadi pahlawan nasional.

Sementara itu, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) Indonesia berinisiatif untuk memberikan penghargaan Anugerah Budaya kepada Sang Maestro Keroncong.

Lanjut Baca »

Iklan

BPPS DIS Diterima Wantimpres
Radar Jogja Rabu 19 Mei 2010

JOGJA- Wacana raja perempuan yang belakangan bergulir kencang harus dihentikan. Alasannya, selain bertentangan dengan konstitusi dan adat istiadat Keraton Jogja, keberadaan raja perempuan itu dapat mengacaukan RUUK DIJ.

“Karena RUUK mengamanatkan gubernur DIJ otomatis adalah Sultan yang jumeneng,” ujar mantan anggota Tim Asistensi Pemprov DIJ Achiel Suyanto SH MBA kemarin (18/5).

Tim Asistensi itu merupakan tim khusus yang dibentuk Pemprov DIJ dalam rangka mengawal pengesahan RUUK DIJ di Komisi II DPR RI pada Oktober 2009 lalu. Tim itu diketuai mendiang Prof Dr Dahlan Thaib SH.

Lanjut Baca »

Memoar Paku Buwono XII
Majalah Mingguan Tempo 24 November 1990
24 November 1990

http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1990/11/24/MEM/mbm.19901124.MEM19985.id.html

PAKU BUWONO XII: Raja ke-12 Keraton Surakarta Hadiningrat, Sinuhun Amardika, menyatakan sejak berdirinya Republik Indonesia, pihak keraton selalu aktif membantu tegaknya negara kesatuan. Toh sempat dicap membela Belanda, lalu keratonnya dianggap tidak punya pamor lagi. Pada 1985 keraton Solo terbakar, tetapi dua tahun kemudian sudah tegak lagi kembali dengan biaya Rp 4 milyar. Berikut sebagian riwayat hidup raja yang memiliki 6 istri dan 35 anak itu, seperti yang dituturkan kepada wartawan Tempo Kastoyo Ramelan. –sebagai raja yang ke-12 di Keraton Surakarta Hadiningrat, saya memperoleh gelar dari masyarakat Indonesia, Sinuhun Amardika.

Lanjut Baca »





%d blogger menyukai ini: