Mayoritas dukung Solo, muncul wacana Provinsi Surakarta

Edisi : 2/25/2010,  Hal.2

Nama Solo telah terpateri di hati masyarakat, sehingga ketika muncul wacana perubahan nama Surakarta menjadi Solo, mayoritas pengirim Kriiing SOLOPOS mengusulkan penggunaan nama tersebut. Wacana ini memang menarik perhatian masyarakat. Muncul pula wacana menjadikan Surakarta sebagai provinsi.
Antusiasme itu terutama melalui ungkapan mereka ke Kriiing SOLOPOS yang khusus menanggapi usulan perubahan nama yang diajukan para pensiunan pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Dalam enam hari pemuatan di korannya wong Solo ini, setidaknya memuat 543 pengirim.


Bagi mereka, usulan penggunaan nama Solo, selain dinilai lebih dikenal luas, lebih simpel dan mudah diingat, juga lebih familiar ketimbang penggunaan nama Surakarta. Nama Solo juga dinilai mempunyai nilai plus, lebih ”menjual”. Ada yang beralasan, itu sesuai motto Solo Kota Batik, Solo the spirit of Java, sesuai dengan sejumlah nama event besar di kota ini, seperti Solo Batik Carnival dsb.
Ada pula yang memilih Solo karena ada putri Solo, Stasiun Solo Balapan, Keraton Solo, batik Solo, Pelita Solo, Persis Solo, Persijatim Solo FC, juga ada lagu Bengawan Solo yang telah sampai ke Jepang. Yang terakhir, ada SOLOPOS. ”Coba kalau nama-nama itu memakai Surakarta, saya jamin wagu. Kalau keraton mungkin masih bisa.”
Ada lagi mengatakan, ”Saya sangat setuju wacana perubahan nama Kota Surakarta menjadi Solo. Karena, ada wacana juga untuk mengembalikan status Daerah Istimewa Surakarta (DIS). Namun, secara hukum apakah tidak terkendala?”
Pengirim terbanyak berikutnya menginginkan penggunaan nama dua-duanya, tetap seperti sekarang. Tak perlu diubah. Bagi mereka, Surakarta ya Solo. Solo ya Surakarta. Mereka mempertahankan itu karena beralasan masih banyak urusan lain yang dinilai lebih penting.
Urutan berikutnya menginginkan nama Surakarta. Pendapat ini cenderung pada akar budaya, dan mereka mengatakan nama Surakarta lebih formal dan memiliki unsur budaya. Oleh karena itu mereka meminta nama Kota Surakarta jangan diganti dengan Kota Solo. ”Nanti aspek historisnya hilang.”
Mereka yang mempertahankan penggunaan nama Surakarta beralasan nama Surakarta lebih menunjukkan sebuah kota yang penuh dengan nuansa budaya, adat istiadat yang unik.

Hasil rekapitulasi Kriiing SOLOPOS khusus soal nama Surakarta atau Solo
Edisi Solo||Sala||Surakarta||Sala-Surakarta/Solo ||Prov||Lain-lain
Kamis (18/2) 61 1 25 4 – 5
Jumat (19/2) 93 1 1 4 1 –
Sabtu (20/2) 72 – 6 15 – 2
Minggu (21/2) 55 – 14 – – 2
Senin (22/2) 63 1 7 13 1 –
Selasa (23/2) 58 2 7 26 1 2
Jumlah 402 5 60 62 3 11

Penerima kenang-kenangan
1. Nanang S C Sondakan RT 4/RW III, Laweyan, Solo
2. Juli Wasito Jl Prof WZ Johanes 23, RT 2/RW VI, Jagalan, Jebres, Solo.
3. Muladi Jl Kabut No 82 Panggungrejo Jebres Solo RT 1/RW XXIII.
4. Husni M Karangbendo RT 2/RW IV Sranten Karanggede, Boyolali.
5. Tri Sudjanto Tawangharjo Grobogan Desa Dalingan RT 2/RW III, Purwodadi.
6. Sunarno Sambirejo, Wonokerto Wonogiri, RT 1/RW XIII.
7. Laila Nurul F Karangjoho RT 19/RW VII, Mojo, Andong, Boyolali.
Kenang-kengan berupa kaus cantik SOLOPOS bisa diambil di Bagian Promosi pada jam kerja pukul 09.00 WIB-16.00 WIB (kecuali Sabtu : 09.00 WIB-13.00 WIB) dengan membawa kopi kartu identitas diri yang masih berlaku. Bagi yang tinggal di luar kota akan dikirim ke alamat.  – Pardoyo, Litbang SOLOPOS

PUSAT DOKUMENTASI SOLOPOS
Griya SOLOPOS Jln. Adisucipto 190 Solo 57145
Telp. 0271-724811 Fax. 0271-724833
E-mail : Pusdok@solopos.net


  1. sri hartana

    solo harus jadi provinsi… siap jihad nech hahahaa




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: