Archive for the ‘Layang Kabar’ Category

BPPS DIS Diterima Wantimpres
Radar Jogja Rabu 19 Mei 2010

JOGJA- Wacana raja perempuan yang belakangan bergulir kencang harus dihentikan. Alasannya, selain bertentangan dengan konstitusi dan adat istiadat Keraton Jogja, keberadaan raja perempuan itu dapat mengacaukan RUUK DIJ.

“Karena RUUK mengamanatkan gubernur DIJ otomatis adalah Sultan yang jumeneng,” ujar mantan anggota Tim Asistensi Pemprov DIJ Achiel Suyanto SH MBA kemarin (18/5).

Tim Asistensi itu merupakan tim khusus yang dibentuk Pemprov DIJ dalam rangka mengawal pengesahan RUUK DIJ di Komisi II DPR RI pada Oktober 2009 lalu. Tim itu diketuai mendiang Prof Dr Dahlan Thaib SH.

Lanjut Baca »

Iklan

OBITUARI
Senin, 22 Maret 2010 | 03:21 WIB

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/03/22/03211225/burhanuddin.napitupulu.meninggal.dunia..

Jakarta, Kompas – Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Burhanuddin Napitupulu, Minggu (21/3) sekitar pukul 15.30 di Jakarta, meninggal dunia dalam usia 67 tahun. Jenazah politisi senior dari Partai Golkar ini dibawa ke Medan, Sumatera Utara, pada Senin pagi ini untuk dimakamkan.

Minggu malam, sejumlah politisi datang melayat ke rumah duka di kawasan Simprug Golf, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Mereka, antara lain, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa, dan sejumlah anggota DPR, seperti Nurul Arifin dan Azis Syamsudin (keduanya dari Partai Golkar) serta Ganjar Pranowo (PDI-P).

Lanjut Baca »

By aksara solopos on 23 Februari 2010

http://www.solopos.com/2010/info/komentar-komentar-usulan-penggantian-nama-surakarta-menjadi-solosala-4-15497

(HP, 08122642XXX)

Menurut saya lebih pas adalah Sala, bukan Solo, karena faktor sejarah dulunya memang bernama Sala. Bukan Solo bukan Surakarta.

(HP, 02715807XXX)

Solo biar jadi wilayah non formal saja, sebab banyak perusahaan di luar kota yang menggunakan label Solo bila diformalkan sewilayah kotamadya saja mengurangi gaungnya, karena yang bisa melabel Solo hanya dalam kota saja.

Lanjut Baca »

By aksara solopos on 20 Februari 2010

http://www.solopos.com/2010/info/komentar-komentar-usulan-penggantian-nama-surakarta-menjadi-solosala-3-15357

(HP, 085647033XXX)
Surakarta, karena lebih formal dan memiliki unsur budaya.

(HP, 08562810XXX)
Karena Solo lebih khusus daripada Surakarta.

(HP, 08562814XXX)
Solo, karena Solo lebih menjual, simpel, unik spesifik.

(HP, 085725663XXX)
Tak perlu diubah, masih banyak hal yang lebih penting. Surakarta ya Solo, Solo ya Surakarta.

Lanjut Baca »

By aksara solopos on 19 Februari 2010

http://www.solopos.com/2010/info/komentar-komentar-usulan-penggantian-nama-surakarta-menjadi-solosala-2-15356

(HP 081567891XXX)

Surakarta, Kenapa baru sekarang dipermasalahkan? Surakarta adalah sejarah! Udahlah masih banyak yang harus dipikirkan demi kemajuan kota kita tercinta, daripada nguplek-nguplek jeneng..!

(HP, 02717043XXX)
Solo, ntar kalau namamu berubah jadi Surakarta Pos kan jadi nggak matching. Gitu aja kok repoott..!!.

(HP, 087836515XXX)

Solo, Selain mudah & sudah lebih dikenal, Solo juga sesuai dengan salah satu tetua di kota ini, yaitu Ki Ageng Solo.

(HP, 08572923XXX)

Solo, Karena Kota Solo itu sudah sakral dan mendalam di setiap jiwa seseorang, apalagi mudah diingat kalau kita pergi ke tempat lain yang ditanya dari mana asalnya? Jawabnya “Solo” bukan “Surakarta” karena kata-katanya tidak familier. SOLOPOS nomor satu.

Lanjut Baca »

By aksara solopos on 18 Februari 2010

http://www.solopos.com/2010/info/komentar-komentar-usulan-penggantian-nama-surakarta-menjadi-solosala-15214

Kriing SOLOPOS Kamis, 18/02/2010, sampai dengan pukul 15.00 WIB

1. (HP 08159990XXX)
Provinsi Surakarta dengan Ibukota Solo. Gitu aja kok dipusing.

2. Mulyadi (Telukan, Sukoharjo, HP 081329327XXX)

Walah-walah… mbok ya aja pada gawe ontran-ontran sing ora nggenah! Wekasane mung gawe bubrah. Surakarta (Surakarta Hadiningrat) dan Sala (Solo) sama baiknya, semua itu mempunyai latar belakang sejarah masing-masing yang perlu kita hargai. Wong sejarah kok diubah-ubah, mbok diurusi rakyatnya yang masih memperebutkan beras Raskin yang masih sering disunat oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Terus terang saya kelahiran Solo/Surakartan tetap bangga dengan dua nama itu. Tak perlu perubahan titik! Sing-sing wae. Matur nuwun.

3. (HP 081548410XXX)
Surakarta Kota Budaya Batik & kotanya bersih, rapi & nyaman.

Lanjut Baca »





%d blogger menyukai ini: