Archive for the ‘Serambi’ Category

Prof Dr Mudji Sutrisno SJ
Sabtu, 26 Juni 2010 , Hal.I

http://edisicetak.solopos.com/zindex_menu.asp?kodehalaman=h06&id=74189

Solo harus kembali ke jalan kebudayaan! Kata-kata itu meluncur dari bibir Prof Dr Mudji Sutrisno SJ, budayawan, penyair, dosen filsafat pascasarjana UI, sekaligus seorang Romo.

Sejak beberapa tahun terakhir, Romo Mudji—demikian sapaan akrabnya—rupanya kerap terbang dari Jakarta ke Solo, kota kecil tempat ia dilahirkan. Selain untuk penyembuh rasa kangen, kepulangannya itu juga untuk mengamati geliat kota yang lama ia tinggalkan itu. “Dulu kan saya bersama budayawan lainnya diminta walikota untuk memberikan masukan untuk Kota Solo. Jadi, sekarang saya ingin melihat adakah yang berubah di kota ini,” katanya.

Lanjut Baca »

Iklan

Sabtu, 27 Februari 2010 | 05:14 WIB

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/02/27/05141870/tatanan.grebeg.sekaten.perlu.ditata.ulang

Dok: BPPS DIS

SOLO, KOMPAS – Tatanan dan tuntunan dalam Grebeg Maulud atau Grebeg Sekaten di Keraton Surakarta perlu ditata ulang agar lebih teratur dan tidak membuat masyarakat berdesakan merebut gunungan. Masyarakat juga diharapkan menangkap esensi Grebeg Sekaten sebagai sarana syiar agama Islam.

Hal itu diutarakan penanggung jawab upacara Grebeg Sekaten, Gusti Pangeran Haryo Puger, seusai prosesi Grebeg Sekaten dari Keraton Surakarta menuju Masjid Agung Surakarta hari Jumat (26/2) di Solo, Jawa Tengah.

Lanjut Baca »

Foto News
Fotografer – Muchus Budi R.
Jumat 26/02/2010 13:19 WIB

Fotografer – Muchus Budi R.

http://foto.detik.com/readfoto/2010/02/26/131950/1307310/157/1/grebeg-maulid-kraton-surakarta

Kraton Surakarta memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menggelar Grebeg Maulid, Jumat (26/2/2010). Grebeg ditandai dengan dikeluarkannya gunungan makanan dari dalam kompleks kraton dan dibawa menuju Masjid Agung Kraton.


Tahun ini Kraton Surakarta mengeluarkan delapan gunungan atau lebih tepatnya empat pasangan gunungan ‘lanang wadon’. Sebelum dibawa ke Masjid Agung, gunungan tersebut diletakkan di Bangsal Jajar di dalam kompleks Kraton Surakarta.





%d blogger menyukai ini: